Subang, Metrobuana – Perumda Tirta Rangga Subang ( TRS) terus membuat terobosan bisnis . Kali ini Perumda TRS menandatangi MOU dengan Dewan Mesjid Indonesia ( DMI) terkait pendistribusian Air Minum Falam Kemasan ( AMDK) Merk Water di jaringan mesjid se Kab Subang.
Proses penandatanganan MOU itu diawali dengan kegiatan Pelatihan Manajemen Masjid Modern bertajuk “Ngabret Menuju Kemandirian Dalam Pengelolaan Manajemen Masjid Yang Rahmatan Lil ‘Alamin” yang digelar di Aula Wisma Haji Subang, Senin (22/12/2025).

Sekretaris Daerah Kabupaten Subang, H. Asep Nuroni, S.Sos., M.Si., yang hadir dalam penandatanganan MOU mewakili Bupati Subang, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis ini. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan visi pemerintah untuk menjadikan masjid sebagai pusat pemberdayaan.
Masjid tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan nilai keagamaan, serta pemberdayaan sosial kemasyarakatan,” ungkap sosok yang akrab disapa Kang Asep Nuroni tersebut.
Sementara itu, Direktur Utama Perumda Tirta Rangga Subang, Lukman Nurhakim, M.I.Kom, menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan upaya menjadikan TRS Water sebagai produk unggulan yang berdaulat di rumah sendiri.Pihaknya Kata Lukman, mengajak para pengelola yayasan dan masjid untuk mulai beralih menggunakan produk lokal Subang.
“Yang punya yayasan dan yang punya masjid, sudah waktunya memilih produk TRS Water. Keuntungannya akan kembali ke Pendapatan Asli Daerah (PAD),” ujar Lukman.
Antusiasme peserta terhadap kerja sama ini terlihat nyata. Selama kegiatan berlangsung, ratusan dus TRS Water habis terjual, menunjukkan potensi besar masjid sebagai basis distribusi ekonomi kerakyatan.
Ketua DMI Kabupaten Subang, Dr. Dede Rubai Misbahul Alam, M.Pd., menyambut baik kepedulian Pemkab Subang dan Perumda TRS. Dengan data mencapai 6.000 masjid dan mushola di Subang, potensi kerja sama ini diyakini mampu mempercepat kemandirian organisasi.
“Alhamdulillah, ini menjadi kebanggaan bagi kami. Dukungan ini sangat berarti bagi 150 peserta perwakilan Desa dan Kelurahan yang hadir hari ini untuk belajar mengelola masjid secara modern dan mandiri,” tuturnya. (DM)




