Subang, Metrobuana —Bupati Subang Reynaldy Putra Andita berkantor di Posko Gabungan Penanganan Banjir Pantura, di Kantor Kecamatan Pamanukan pada Jumat (30/01).

Banjir yang sudah sepekan melanda beberapa wilayah di Kabupaten Subang masih tidak dapat diprediksi. Sebelumnya hanya 7 Kecamatan di Kabupaten Subang yang terdampak yaitu Ciasem, Pamanukan, Pusakajaya, Pusakanagara, Sukasari, Blanakan, dan Legonkulon. Namun karena meningkatnya debit air di Sungai Cipunagara Kecamatan Compreng ikut tergenang.

Dinamisnya kondisi lapangan dan debit air yang bisa tiba-tiba meningkat, Kang Rey memutuskan berkantor di Kantor Kecamatan Pamanukan selain agar informasi dan keputusan diambil lebih cepat sekaligus memastikan tidak ada masyarakat terdampak yang tidak tersentuh bantuan terutama masyarakat di beberapa wilayah yang terisolir.
“Perubahan kondisi yang sangat cepat jadi Saya hari ini nginep di sini stand by,”

Kang Rey mengungkapkan perubahan situasi di banjir pantura ini berubah dengan sangat cepat bahkan hanya dalam hitungan jam kondisi sudah berbeda. Kang Rey ingin kehadirannya di pantura dapat mempercepat pengambilan keputusan di tengan dinamisnya kondisi lapangan.
“Sampai beberapa hari ke depan saya stand by di Pantura karen situasi di pantura perubahan situasinya bukan per hari tapi per jam,”

Bahkan menurut Kang Rey banjir pantura seringkali tidak hanya dipengaruhi oleh cuaca pantura tapi juga dipengaruhi cuaca dan kondisi air di Subang selatan sehingga Kang Rey mengistruksikan seluruh Kepala OPD dna Camat di seluruh wilayah Kabupaten Subang stand by 24 jam dan segera melapor apabila terjadi perubahan situasi.
“Tiba-tiba di atas hujan Compreng kena luapan air itu,”

Kehadiran Kang Rey didampingi Kepala OPD terkait merupakan bentuk kehadiran Pemerintah Daerah Kabupaten Subang dan menegaskan masyarakat pantura tidak sendirian.
“Masyarakat pantura tidak sendiri Pemerintah hadir untuk memberi pelayanan terbaik bagi masyarakat.” (Reza/Prokompim/Red)

\ Get the latest news /