Subang, metrobuana.co.id –  Ketua DPD Partai Nasdem Kab Subang, Eep Hidayat kembali merasa geram terhadap rekomendasi Bupati Subang H Ruhimat, terkait Site Plan  Jalan Tol Patimban-Cipeundeuy yang berdampak rusaknya tatanan ruang Subang Utara. Kegeraman Mang Eep itu dicurahkan melalui  cuitan tertulisnya kepada metrobuana.co.id  Selasa (19/7). Berikut cuitannya yang ditayangkan secara utuh.

MANG EEP MENOLAK RUANG SUBANG UTARA DIRUKSAK

REKOMENDASI BUPATI SUBANG SENDIRI

 

SAYA MANG EEP HIDAYAT (KETUA DPD NASDEM SUBANG, CALON ANGGOTA DPR RI DARI PARTAI NASDEM) MENGAKUI BAHWA SAYA BUKAN ORANG BAIK TAPI MASIH ADA RASA CINTA DAN SAYANG TERHADAP SUBANG SEKALIPUN TIDAK SEBESAR CINTA PARA ANGGOTA DEWAN, BUPATI / WAKIL BUPATI,PARA PEJABAT DAN APARATUR NEGARA LAINNYA TERHADAP KABUPATEN SUBANG, MENYAMPAIKAN :

 Bahwa sebagaimana diketahui, beberapa waktu yang lalu (awal Kang Haji Ruhimat memangku jabatan Bupati Subang) terdapat surat usulan permohonan rekomendasi dari perusahaan kawasan industri Cipeundeuy untuk rencana jalan tol yaitu intercing / jalan lingkar dan jalan tol dari kawasan industri Cipeundeuy ke Patimban.

 Bahwa untuk maklum sesuai UU bahwa kawasan industry wajib diberikan akses ke Pelabuhan, dalam hal ini ke Pelabuhan Patimban.

 Pemikiran Bupati Subang ketika itu sangat ideal menunjukkan rasa sayang dan cintanya terhadap Kabupaten Subang, beliau tidak setuju kalau rencana jalan tol yang diusulkan secara diagonal dari Cipeundeuy ke Patimban karena akan membelah Subang bagian utara secara radikal dan pemikiran beliau sangat hebat pada saat itu yaitu akan merekomendasi jika untuk akses kawasan industri adalah Cipeundeuy – Cibogo (yang sekarang) ditambah Cibogo – Cipunagara – Compreng –Pusakajaya – Patimban.

 Pemikiran Bupati Subang ketika itu sangat terpuji dan ideal, tidak mau ruang Subang bagian utara dibelah secara radikal dan diagonal.

 

Saya sampaikan kesamaan pemikiran Bupati Subang dengan saya ketika itu dan saya apresiasi sebagai bentuk rasa cinta dan saying bupati Subang terhadap Subang. Teman saya sempat menyangsikan bahwa pemikiran Bupati suatu saat nanti akan berubah seiring pertemuan dengan perusahaan.

 Entah sudah bertemu atau tidak dengan pengusahanya, bagai petir disiang bolong ternyata sesuai dugaan teman saya bahwa pemikiran Bupati Subang akan berubah total, maka Bupati Subang mengeluarkan rekomendasi rencana JALAN TOL CIPEUNDEUY LANGSUNG PATIMBAN yang membelah Subang bagian utara secara radikal yang akan meruksak ruang Kabupaten Subang bagian utara.

 Atas rekoemndasi Bupati Subang tersebut  SAYA MANG EEP HIDAYAT (KETUA DPD NASDEM SUBANG, CALON ANGGOTA DPR RI DARI PARTAI NASDEM) MENGAKUI MEMANG SAYA BUKAN ORANG BAIK TAPI MASIH ADA RASA CINTA DAN SAYANG TERHADAP SUBANG SEKALIPUN TIDAK SEBESAR CINTA PARA ANGGOTA DEWAN, BUPATI / WAKIL BUPATI,PARA PEJABAT DAN APARATUR NEGARA LAINNYA TERHADAP KABUPATEN SUBANG, MENYAMPAIKAN  penolakan terhadap REKOMENDASI BUPATI SUBANG ATAS RENCANA PEMBUATAN JALAN TOL SECARA DIAGONAL CIPEUNDEUY – PATIMBAN KARENA AKAN MERUKSAK MASA DEPAN RUANG SUBANG BAGIAN UTARA APALAGI DENGAN ADANYA RENCANA PEMBENTUKAN “KABUPATEN SUBANG UTARA.”

 Bahwa untuk diketahui dengan tol sesuai dengan pemikiran Bupati yang murni dan baik sebelumnya sangat strategis bagi Kabupaten Subang, mempunyai jalan lingkar Cipeundeuy, intercing Kalijati, Cilameri, Cibogo, Cipunaga – Compreng dan jalan lingkar Pusakajaya-Pusakanagara.

 Secara kebetulan pada hari Rabu tanggal 13 Juli 2022 sekira jam 18.30 WIB Pak Bupati Subang datang berkunjung ke rumah saya dan saya utarakan keberatan itu.

 Pak Bupati menyadari kekeliruannya itu dan mengakui bahwa yang paling strategis dan baik untuk Kabupaten Subang adalah Cipeundeuy – Cibogo (tol sekarang) ditambah Cibogo – Patimbanm melewati Compreng, Pusakanagara dan Pusakajaya. Beliau pun berjanji akan mencabut kembali rekomendasi yang telah dikeluarkan dan diakuinya sebagai kekeliruan itu.

 Walaupun Bupati Subang berjanji akan mencabut kembali rekomendasi yang akan membuat suram masa depan ruang Kabupaten Subang bagian utara tersebut, namun saya sekarang khawatir, karena Bupati Subang diperkirakan telah terlalu jauh melangkah sehingga menjadi sangat pelik untuk melakukan pencabutan rekomendasi itu, kecuali kalau cintanya terhadap Kabupaten Subang lebih besar dibandingkan kepentingan perusahaan.  (dadang metro)

\ Get the latest news /